INDUSTRI KAKAO: Tingkatkan Nilai Tambah, Pemerintah Dorong Hilirisasi
Jum'at, 12 Oktober 2012 | 20:22 WIB
JAKARTA: Pemerintah mendorong hilirisasi industri kakao untuk memberikan nilai tambah komoditas itu di dalam negeri.
Wakil Menteri Perindustrian Alex W Retrarubun menuturkan selama ini sebagian besar biji kakao masih diekspor dalam bentuk biji metah sehingga nilai tambahnya lebih banyak diminati negara lain.
Pada 2010, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bea keluar melalui Peraturan Menteri Keuangan No 67/PMK.011/2010 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar.
Dengan adanya kebijakan bea keluar ini, pasokan kakao di dalam negeri
lebih terjamin.
"Pemerintah berharap agar ke depan ekspor komoditas kakao Indonesia tidak lagi dalam bentuk biji mentah, tetapi sudah dalam bentuk kakao olahan yang bernilai tambah dan menyerap banyak tenaga kerja," ujarnya di sela-sela acara Pencanangan Hari Kakao Nasional, Jumat malam (12/10).
Pemerintah memproyeksikan jumlah pabrik pengolahan kakao sebanyak 16 unit usaha pada 2011, sedangkan pada 2015 diharapkan tumbuh menjadi 20 unit usaha.
Adapun kapasitas terpasang ditargetkan tumbuh dari 580.000 ton pada 2011 menjadi 950.000 ton pada 2015 mendatang.
Sementara itu, kapasitas produksi mencapai 268.000 ton pada 2011 dan diharapkan tumbuh menjadi 700.000 ton pada 2015.(if)
Wakil Menteri Perindustrian Alex W Retrarubun menuturkan selama ini sebagian besar biji kakao masih diekspor dalam bentuk biji metah sehingga nilai tambahnya lebih banyak diminati negara lain.
Pada 2010, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan bea keluar melalui Peraturan Menteri Keuangan No 67/PMK.011/2010 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar.
Dengan adanya kebijakan bea keluar ini, pasokan kakao di dalam negeri
lebih terjamin.
"Pemerintah berharap agar ke depan ekspor komoditas kakao Indonesia tidak lagi dalam bentuk biji mentah, tetapi sudah dalam bentuk kakao olahan yang bernilai tambah dan menyerap banyak tenaga kerja," ujarnya di sela-sela acara Pencanangan Hari Kakao Nasional, Jumat malam (12/10).
Pemerintah memproyeksikan jumlah pabrik pengolahan kakao sebanyak 16 unit usaha pada 2011, sedangkan pada 2015 diharapkan tumbuh menjadi 20 unit usaha.
Adapun kapasitas terpasang ditargetkan tumbuh dari 580.000 ton pada 2011 menjadi 950.000 ton pada 2015 mendatang.
Sementara itu, kapasitas produksi mencapai 268.000 ton pada 2011 dan diharapkan tumbuh menjadi 700.000 ton pada 2015.(if)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar