Translate

Selasa, 23 Oktober 2012

'Yang ku-kenal, yang ku-lupakan'

Bertahun telah terlewati, pijakan membawa kita pergi
jauh tinggalkan langkah awal yang pernah tertumpu
tak banyak kisah dapat dikenang
bahkan aku sudah tak mengingatnya lagi
pelarian ini tak dapat kupelankan
aku terlarut dalam pengejaran
mengikuti mimpi yang terputus
hingga tak sempat aku menoleh
masihkah engkau melihatku terseret waktu

di hentian ini aku terhempas
permainan waktu terlalu kasar untuk kusanding
kehidupan tak berlaku baik seperti pesanmu
aku hanya tak ingin jujur mengatakanya
'semua akan indah pada waktunya'
hanya berlaku pada sebagian orang saja
entahlah..tak perlu engkau mengartikanya
harapan adalah mimpi kosong
tempat segala lelah bertaut
menyimpulkan tali pristiwa tak bermakna

dalam samar angin berbisik
berhembus kabar pembawa damai
tenangkan jiwa yang bergejolak
untuk sementi waktu hingga terhempas lagi
entah untuk yang kesekian
tak sempat aku menghitung
seberapa kuat hembusan itu
dari setengah berbisik hingga terdengar menjerit
memaksaku berhenti berlari
termenung sejenak
mengenangmu
kuatkan lidahku bergetar
ucapkan nada perih penghibur duka
untuk engkau yang pernah mengenalku
aku tak benar-benar melupakanmu
seperti katamu 'tak ingin menolak, namun tak sanggup mendekat'
ah..merpati kakimu merah bukan karna luka
itu warna terindah hiasi yang tak mungkin meninggi
keseimbangan tergambar diantaranya

aku telah siap mendengar
bahkan sebelum sebuah kata terucap
aku telah sering mendengarmu
meski tak ada yang engkau katakan
sulit untuk kubedakan
engkau yang mengatakan
atau aku hanya pura-pura telah mendengar
permainan rasa selalu bergelombang
terpecah diantara bentangan kisah
berbaur dalam getaran yang terpendam
menanti terik pecahkan buih
seperti itulah kata yang ingin kuucap
bila angin senja dihari kemarin
bertiup ke arahmu
tak perlu engkau menjemput malam
itu hanyalah keheningan yang sesaat
sebelum gemuruh bertikai lagi
diantara tatapan kosong dan pikiran yang berkelana
dengarkanlah suara itu
meski perlahan
namun tak dapat kau pahami
karena tak sanggup awan bercerita
di balik mendungnya pelangi bersembunyi
dengan warna yang sengaja dibuat
agar tak kelihatan ia berpura-pura
Itu akan membuatmu berpikir kala menatapnya tertegun

waktuku tak menunggu
anggap saja aku telah mengatakan sesuatu
jangan tanyakan apa yang telah terucap
izinkan aku meminjam pikiranmu
dan berpura-pura saja mendengar
'engkau-tahu-apa-yang-ingin-kau-dengar'
jika sulit bagimu mengulanginya
rasakan saja getaranya
semua tak tampak nyata
saat mengenal dan melupakanmu
tapi senyuman itu
akan datang lagi esok pagi
sebelum musim berganti di tahun ini
engkau pernah mengenalku
yang dalam kesungguhan
segera melupakamu

sejenak...*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar