Pagi terlalu cepat beranjak
Belum sempat kusapa Sang Mentari
Teriknya keburu uapkan embun pagi
Kidung pagi si Tekukur hampir tak pernah kudengar lagi
Saat punggung terbakar terik
Aku masih tetap berlari
Mengejar mimpi yang belum usai
Aku terjebak dalam waktu
Putarannya terlalu kencang utk kubisa brhenti sejenak
Langkahku kian perlahan
Lelah menyerang seluruh tubuhku
Aku harus terus berlari
Walau tak ada yang menyuruhku
Entahlah sesuatu terjadi di luar sana
Senja pun tiba
Aku masih bisa menatapmu
Kulihat senyum itu masih mengembang
Bak layar perahu nelayan tinggalkan tepian
Tapi.....kenapa aku
Kenapa tak sempat aku menyapamu
Apa aku tak sanggup bicara
Oh...aku lupa
Aku lupa ingatkan diriku
diriku sudah lupa ataukah aku seorang pelupa
Ah..tidak
Aku masih ingat
Setiap aku lewat
Pandanganmu tertuju padaku
Sinar matamu memanggilku
Tapi...
Kenapa aku tak mempedulikanmu
Haruskah ku memutar waktu
Agar aku memulai lagi
Dari langkah pertama yang telah kucipta
Ah..itu tak mungkin, mana bisa
Ketika malam datang
Ingatanku masih tertinggal disana
Di raut wajah penuh harap
Menanti aku berpaling sebentar
menanti sapaan basa basiku
Bila esok engkau masih disana
Ingin kuteriakan apa yang kukatakan pada diriku
Karna kutahu bisikanku tak terdengar olehmu
Terlalu banyak suara yang berkeliaran
Aku akan mengatakan dan terus kukatakan
'maaf....aku terburu-buru'
Sebelum pagiku hilang lagi
Kukirimkan senyum yang kupunya
Agar dapat kau nikmati
Semenit waktu bersamaku
Walau itu hanyalah mimpi-mimpi yang tak terungkap....
Belum sempat kusapa Sang Mentari
Teriknya keburu uapkan embun pagi
Kidung pagi si Tekukur hampir tak pernah kudengar lagi
Saat punggung terbakar terik
Aku masih tetap berlari
Mengejar mimpi yang belum usai
Aku terjebak dalam waktu
Putarannya terlalu kencang utk kubisa brhenti sejenak
Langkahku kian perlahan
Lelah menyerang seluruh tubuhku
Aku harus terus berlari
Walau tak ada yang menyuruhku
Entahlah sesuatu terjadi di luar sana
Senja pun tiba
Aku masih bisa menatapmu
Kulihat senyum itu masih mengembang
Bak layar perahu nelayan tinggalkan tepian
Tapi.....kenapa aku
Kenapa tak sempat aku menyapamu
Apa aku tak sanggup bicara
Oh...aku lupa
Aku lupa ingatkan diriku
diriku sudah lupa ataukah aku seorang pelupa
Ah..tidak
Aku masih ingat
Setiap aku lewat
Pandanganmu tertuju padaku
Sinar matamu memanggilku
Tapi...
Kenapa aku tak mempedulikanmu
Haruskah ku memutar waktu
Agar aku memulai lagi
Dari langkah pertama yang telah kucipta
Ah..itu tak mungkin, mana bisa
Ketika malam datang
Ingatanku masih tertinggal disana
Di raut wajah penuh harap
Menanti aku berpaling sebentar
menanti sapaan basa basiku
Bila esok engkau masih disana
Ingin kuteriakan apa yang kukatakan pada diriku
Karna kutahu bisikanku tak terdengar olehmu
Terlalu banyak suara yang berkeliaran
Aku akan mengatakan dan terus kukatakan
'maaf....aku terburu-buru'
Sebelum pagiku hilang lagi
Kukirimkan senyum yang kupunya
Agar dapat kau nikmati
Semenit waktu bersamaku
Walau itu hanyalah mimpi-mimpi yang tak terungkap....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar