Translate

Rabu, 30 November 2011

Penghujung November 2011

kicauan burung masih terlalu jauh kedengaranya
deru suara kenalpot kendaraan bermotor sayup-sayup terdengar
pedagang di pasar sana masih belum menggelar daganganya
mungkin rasa ngantuk masih mendera mereka

perlahan kubuka mataku
tangan dan kakiku masih terasa berat tuk kugerakan
lalu dengan sedikit tenaga yang kukumpulkan,
aku melirik ke arah jam dinding, masih pukul 05;00 subuh
cahaya diluar kamarku belum menembus kaca jendelaku
rasanya tak ingin bangun dulu, lanjutkan mimpi yang tak pasti
namun apa gunanya tidur jika mimpi saja tak jelas

lalu aku bangun dari tidurku
duduk sejenak sambil bersandar di dinding kamar yang sudah pudar catnya
aku hanya terdiam memandang ujung jari kaki yang tak mampu kugerakan
entah berapa ribu kilometer yang telah ditempuhnya
tapi sedikitpun ia tak merasa lelah atau berkeluh
paling nggak rasa pegal saja
atau mungkin aku tak sering mendengar mereka berkesah

ah itu tak penting buatku
hari-hari berikutnya masih panjang
setengah berbisik aku menguatkan mereka,
janganlah engkau lelah, temani aku terus melangkah
bawa diriku kemanapun pikiran menuntunku pergi

tiba-tiba aku tersentak
suara dan getaran alaram di handphoneku berbunyi
pertanda sudah pukul 06;00 pagi
begitulah aku biasa menyetelnya
biasanya aku selalu kalah berpacu dengan alaram
namun kali ini aku yang menang, paling tidak satu jam lebih awal
walau hanya tuk berdiam diri, tapi tak apa, sebuah kemenangan kecil

30 november 2011, itulah tanggal di kalenderku
penghujung bulan ini, bulan yang terasa begitu lama bagiku
bulan yang penuh dengan tantangan
bulan yang kuharapkan mengubah sedikit ceritaku
bulan yang awalnya indah, namun sulit tuk mengakhirinya
kini aku berada di penghujungnya, sebentar lagi usai
saatnya aku menhitung mundur berapa jam lagi, hingga bulan inipun berakhir

tak banyak yang ingin kukenang dari bulan ini
hanya satu dua cerita saja, itupun tak ada yang istimewah
kulalui semuanya tanpa jejak yang berarti
terlalu berat rasanya kujalani hidupku akhir-akhir ini
entah sampai kapan semua ini akan sedikit berubah
sudah kuusahakan semampuku, bahkan terkadang melampaui kekuatanku
tapi tetap saja hasilnya seperti semula

tak ada yang kusesali dan aku tak berkecil hati
semua itu hanyalah perjalanan, tujuan itu masih terlalu jauh
sejauh mataku memandang hamparan tatapan kosong yang menembus dinding kamarku
berkelana dalam ruang pikiran yang kadang aku sendiri tak bisa mengerti
apakah aku sedang bermimpi atau berkhayal, sulit kubedakan
tapi yang pasti semuanya tak nyata, penghilang kepenatan saja

lalu aku turun dari tempat tidurku, membuka pintu dan melangkah keluar
hanya untuk menyambut pagi yang masih seperti kemarin
menikmati sedikit hembusan angin yang kadang terasa sesak
berdiri menengadah melirik surya pagi, adakah dia datang untukku
ah ternyata dia tersenyum dari balik pucuk pohon kelapa di belakang rumahku
tak ingin kunikmati sendiri, lalu kuberbagi senyum dengan tetanggaku
yang memang jarang tersenyum untukku, mungkin galaunya belun berakhir
tapi aku menyapanya sekedar basa basi ucapkan selamat pagi
rupanya bunga yang ada di teras kamarku turut tersenyum untukku
baru kali ini kuperhatikan, ternyata suadah bercabang
aku ingin menyiraminya agar bisa terus tumbuh seperti rasa yang ada didadaku
sedikit teriakan kecil, wuahhhh....aku melangkah, semoga tak terantuk lagi....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar