Namun bagiku, tak ada yang berbeda, aku masih bertarung dengan waktu, terjebak dalam aktivitas yang menguras pikiran dan tenagaku.
Kadang aku berpikir, hidup hanyalah sebuah pekerjaan, tiada henti tiada rehat. Turuti waktu bergulir, demi sebuah harapan yang selalu terngiang dalam pikiran.
Entah kuharus mulai darimana untuk mengungkapkan harapanku di bulan ini. Sepertinya tak ada niat untuk mengatakan sesuatu. Kucoba berpikir sejenak, berharap ada setitik ide yang melintas.
Ah...ternyata tak ada, ya sudah..kujalani saja, seperti hari-hari kemarin.
Kalau seperti hari kemarin, berarti percuma saja aku bangun pagi ini, sebaiknya aku terus saja tidur, hingga ide itu datang dalam mimpi, itupun jika ada mimpi yang mampir.
Kalau mimpi tak ada, lalu apa yang dapat kulakukan lagi, haruskah aku menghayal lagi, bangunkan sisi lain diriku yang biasa kulakukan sebelumnya?
Lalu kapan aku memulai sesuatu jika harus berkhayal dulu, sedangkan langkah pertama sudah dimulai.
Akan kemana kubawa diriku ini pergi bila arah yang kutuju semuanya tak pasti.
Aku terdiam sejenak, mengosongkan pikiranku, lalu sejenak aku menengadah ke langit, sekedar memastikan bahwa langit belum runtuh. Pertanda hari ini akan cerah, langit biru menunjukan arah dan awan putih menuntunku, matahari mulai terasa panas membakar semangatku.
Aku melangkah, sedikit berlari, lalu melangkah lagi, aku tersenyum dalam hati kecilku.
Ada setitik harapan yang kutemui, tapi tak ingin kuterburu-buru mengatakanya, jika esok sempat,
akan kuceritakan kepadamu Kawan...
Ikutilah aku melangkah hari ini, jangan biarkan waktu berlalu tanpa jejak, meski itu terasa samar tapi yakinlah
akan terlihat nyata nanti ketika semua berada di masa yang berbeda..
Selamat datang Desember......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar